Perjalanan Gedung Arsip Nasional menjadi Cagar Budaya

Sumber (Nol Meter)

Menyaksikan kokohnya bangunan dengan arsitektur klasik di tengah hiruk pikuk Jakarta, tentu menghadirkan rasa kagum dan penasaran akan sejarahnya. Salah satu contohnya adalah Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia, yang dahulu dikenal sebagai Vila Gubernur Jenderal Reinier de Klerk.

Dibangun pada tahun 1760, gedung ini awalnya merupakan sebuah vila mewah yang didirikan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Reinier de Klerk. Vila ini mencerminkan kemegahan dan kekuasaan VOC pada masanya, dengan desain arsitektur bergaya Neo-Klasik yang megah. Setelah kematian Reinier de Klerk, vila ini sempat berpindah tangan beberapa kali, hingga akhirnya dibeli oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1826. Vila ini kemudian difungsikan sebagai berbagai kantor pemerintahan, termasuk Kantor Gubernemen dan Kantor Pos.

Pada tahun 1922, pemerintah Hindia Belanda mendirikan Arsip Nasional di Jakarta. Gedung Arsip Nasional pertama terletak di Koningsplein (sekarang Lapangan Merdeka). Namun, seiring dengan bertambahnya jumlah arsip, gedung tersebut tidak lagi mampu menampung seluruh koleksi. Pada tahun 1972, Vila Gubernur Jenderal Reinier de Klerk resmi ditetapkan sebagai cagar budaya dan direnovasi menjadi Gedung Arsip Nasional yang baru. Gedung ini dipilih karena nilai sejarahnya yang tinggi dan arsitekturnya yang unik.

Penetapan Gedung Arsip Nasional sebagai cagar budaya merupakan langkah penting untuk melestarikan warisan sejarah bangsa. Gedung ini tidak hanya menjadi tempat penyimpanan arsip penting negara, tetapi juga menjadi simbol sejarah dan identitas bangsa.

Sebagai cagar budaya, Gedung Arsip Nasional memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:

Melestarikan warisan sejarah bangsa: Gedung ini menyimpan arsip penting negara yang menjadi bukti sejarah bangsa Indonesia, meningkatkan pengetahuan tentang sejarah bangsa: Gedung ini menjadi tempat edukasi bagi masyarakat untuk mempelajari sejarah bangsa Indonesia, memperkuat identitas bangsa, Mengembangkan pariwisata budaya yaitu gedung ini menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang menarik di Jakarta. (JAR)

 

Rubrik : Kilas Balik Jakarta 


Komentar

Postingan Populer