Woosh, Kereta Cepat Pertama dengan Rute Jakarta-Bandung
Senin,
(02/10/23) Indonesia secara resmi memiliki mode transportasi kereta cepat
pertama dengan rute Jakarta-Bandung. Kereta ini diberi nama "Whoosh"
dan menjadi kereta cepat pertama di Indonesia serta di Asia Tenggara dengan
kecepatan mencapai 350 kilometer per jam 1. Sebagai proyek yang masuk dalam
daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) berdasarkan Perpres Nomor 3 Tahun 2016,
kehadiran Whoosh menjadi bukti komitmen pemerintah Indonesia dalam modernisasi
transportasi massal di Tanah Air.
Whoosh,
kereta cepat pertama di Indonesia, memiliki kecepatan maksimum hingga 350
km/jam, membuatnya menjadi kereta tercepat di Indonesia 1. Meskipun demikian,
jika dibandingkan dengan kereta cepat di dunia, Whoosh mampu menduduki
peringkat kedua berdasarkan data kecepatan yang dihimpun oleh Railway
Technology. Kecepatan yang luar biasa ini memungkinkan perjalanan dari Jakarta
ke Bandung hanya dalam kurun waktu 36-45 menit. Meskipun Woosh menjadi kereta
cepat pertama di Indonesia, Shanghai Maglev dari Tiongkok masih memegang
predikat sebagai kereta api paling cepat di dunia dengan kecepatan mencapai 460
km/jam Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Woosh memiliki kecepatan yang
mengesankan, masih ada kereta cepat dengan kecepatan lebih tinggi di tingkat
internasional. Namun, Woosh tetap menjadi kebanggaan sebagai kereta tercepat di
Indonesia dan menjadi tonggak sejarah dalam pengembangan transportasi publik di
Indonesia.
Kehadiran
Woosh memperlihatkan perkembangan signifikan dalam transportasi publik
Indonesia. Meskipun demikian, banyak pihak juga mengungkapkan kekhawatiran
terkait waktu balik modal proyek ini, yang diperkirakan baru bisa terjadi dalam
40 tahun mendatang. Meski demikian, kecepatan dan efisiensi yang ditawarkan
oleh Woosh memberikan harapan baru dalam pengembangan infrastruktur
transportasi di Indonesia. Dengan kecepatan dan efisiensi yang dimilikinya,
Woosh diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian dan
industri pariwisata di Indonesia. Perjalanan yang lebih cepat dan efisien
antara Jakarta dan Bandung memiliki potensi untuk meningkatkan konektivitas dan
mobilitas antara kedua kota tersebut. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang
baru dalam pengembangan sektor-sektor terkait, seperti pariwisata, perdagangan,
dan investasi di wilayah tersebut.
Selain
dampak ekonomi, kehadiran Woosh juga mencerminkan komitmen Indonesia dalam
memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Sebagai salah satu moda transportasi
yang lebih ramah lingkungan dibandingkan transportasi udara, kereta cepat
memiliki potensi untuk mengurangi emisi karbon dan dampak negatif terhadap
lingkungan. Dengan demikian, Woosh juga dapat berperan dalam mendukung upaya
mitigasi perubahan iklim dan keberlanjutan lingkungan.
Kehadiran
Woosh sebagai kereta cepat pertama di Indonesia menandai langkah signifikan
dalam pengembangan infrastruktur transportasi Indonesia. Diharapkan, keberadaan
Woosh dapat menjadi pemicu dalam pengembangan lebih lanjut terhadap sistem
transportasi cepat di Indonesia. Melalui kereta cepat, Indonesia dapat mempercepat
konektivitas antar-kota dan meningkatkan mobilitas penduduk, yang pada
gilirannya akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan
berkelanjutan. Dengan demikian, Woosh tidak hanya menjadi simbol kebanggaan
sebagai kereta tercepat di Indonesia, tetapi juga menjadi awal yang menjanjikan
dalam pengembangan infrastruktur transportasi masa depan di Indonesia.
Diharapkan, keberadaan Woosh akan menjadi tolak ukur bagi pengembangan
transportasi cepat di Indonesia, serta memberikan manfaat yang signifikan bagi
perekonomian, lingkungan, dan keberlanjutan negara. (JAR)



Komentar
Posting Komentar