Banjir Tak Kunjung Surut di Tegal Alur
(Sumber : CNN Indonesia)
Curah hujan yang cukup
tinggi mengakibatkan banjir di kawasan Tegal Alur, Jakarta Barat. Debit
ketinggian air mencapai 60 cm. Diketahui banjir masih menggenang di Jalan
Lingkungan III, RT 015/ RW 003, Tegal Alur, Jakarta Barat pada malam 23 Maret
2024 sekitar pukul 21.00 WIB. Kawasan Tegal Alur dilaporkan terendam banjir
sejak Jumat, 22 Maret 2024 pada pukul 18.00 WIB.
Tubagus
Agus Lamran, Ketua RW 03 Tegal Alur, Jakarta Barat menyampaikan penyebab banjir
masih menggenang di wilayahnya karena adanya pompa air yang rusak. Menurut
Agus, banjir akan surut jika semua pompa airnya berfungsi dengan normal. Selain
masalah pompa air, curah hujan yang tinggi juga menjadi penyebab banjir masih
menggenang di wilayahnya. Sebanyak 976 warga mengungsi akibat banjir. Warga
mengungsi di beberapa titik yaitu di RPTRA Alur Kemuning, Rusun Lokbin,
Mushalla Al-Hidayah, SDN 11 PAGI RA 04, Mushalla Al-Mukhlisin, SDN 02 Pagi,
RPTRA Alur Anggrek, Masjid As-Saudiyah, dan Balai Warga RT 02/ RW 03.
BPBD
(Badan Penanggulangan Bencana Daerah) DKI Jakarta telah mengerahkan personel
untuk memantau kondisi genangan di setiap wilayah serta berkoordinasi dengan
Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan
genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik. BPBD DKI Jakarta
juga telah menyalurkan bantuan berupa 235 lembar terpal, selimut sebanyak 760
lembar, air mineral sebanyak 43 dus, 100 paket family kit, 138 lembar mukena, 180 lembar sarung, 754 sabun batang,
59 kaleng biskuit, alat pel sebanyak 10 buah, ember, sikat lantai sampai 10
buah alat usap.
Banjir
di Tegal Alur dinyatakan surut pada minggu (24/3/2024), Penjabat Gubernur DKI
Jakarta, Heru Budi menyampaikan permohonan maaf terkait banjir di Tegal Alur.
Menurut Heru, Pemprov DKI Jakarta kewalahan mengantisipasi banjir apabila
intensitasnya mencapai 180 milimeter dan berlangsung selama empat jam. Banjir
yang terjadi di Tegal Alur telah surut. Heru memastikan bahwa petugas baik dari
Dinas Sumber Daya Air (SDA), Lingkingan Hidup, Badan Penanggulangan Bencana
Daerah (BPBD), dan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) telah mengatasinya. (JAR)
Teks : Jasmine Al Ramadhani
Hard News
JakNews



Komentar
Posting Komentar