Kaesang Pangarep dan Budi Djiwandono, Duet Calon Gubernur Jakarta yang Menuai Kritik dan Kontra

(Sumber : Kompas.id)

Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo, dan Budi Djiwandono, keponakan Presiden terpilih Prabowo Subianto, telah menjadi subjek perbincangan terkait dengan pencalonan mereka sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada Jakarta 2024. Pencalonan ini telah menuai kritik dan kontra dari berbagai pihak.

Kaesang, yang masih belum cukup umur untuk mencalonkan diri sebagai gubernur, telah menjadi subjek perbincangan setelah putusan Mahkamah Agung (MA) mengubah syarat minimal usia untuk jabatan gubernur dan wakil gubernur menjadi 30 tahun terhitung sejak pasangan calon terpilih. Putusan ini memungkinkan Kaesang untuk maju sebagai calon gubernur Jakarta. Namun, kritik dan kontra terhadap pencalonan Kaesang dan Budi Djiwandono terus meningkat. Beberapa pihak menilai bahwa pencalonan ini lebih sebagai upaya untuk mempromosikan kepentingan politik daripada kepentingan masyarakat. Partai Nasdem, telah mengkritik putusan MA, khawatir bahwa perubahan ini dapat digunakan untuk mempromosikan kepentingan beberapa kelompok politik.

Pengamat politik, Adi Prayitno, mengatakan bahwa pencalonan Kaesang dan Budi Djiwandono dapat memberikan warna baru dalam kontestasi elektoral di Jakarta. Merepresentasikan anak muda dari kalangan elite pemerintah, keduanya diunggulkan karena memiliki latar belakang yang kuat. Sementara itu, PSI, partai yang Kaesang dipercaya akan bergabung, masih menunggu keputusan Kaesang untuk maju sebagai calon gubernur Jakarta. Wakil Ketua PSI, Andy Budiman, mengatakan bahwa partai tersebut akan melihat kesepakatan dari partai-partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) terlebih dahulu.

Dalam beberapa hari terakhir, foto duet Budi Djiwandono dan Kaesang telah viral di media sosial, menimbulkan perbincangan yang lebih luas. Foto tersebut menampilkan Budi Djiwandono dan Kaesang bersama di Monumen Nasional (Monas) dengan lambang daerah DKI Jakarta di samping. Sayangnya, foto tersebut menuai pro-kontra lantaran Kaesang masih belum cukup umur. KPU belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dengan putusan MA. Komisioner KPU, Idham Kholik, mengatakan bahwa KPU belum menerima salinan putusan MA.

Partai Golkar telah menyambut putusan MA dengan mengatakan bahwa perubahan ini memberikan kesempatan bagi siapa pun untuk berpartisipasi dalam pemilihan. Waketum Golkar, Ahmad Doli Kurnia, juga mengatakan bahwa perubahan ini tidak hanya berhubungan dengan Kaesang. (JAR)


Referensi : 

1. https://news.detik.com/pemilu/d-7374674/kaesang-janjikan-kejutan-usai-putusan-ma-buka-pintu-maju-pilgub-dki

2. https://megapolitan.kompas.com/read/2024/06/14/16355661/kaesang-pangarep-dipertimbangkan-golkar-di-pilkada-jakarta-anies-baswedan


JakNews

Jasmine Al Ramadhani

Komentar

Postingan Populer