Aksi Unjuk Rasa Buruh Tolak Tapera
Pada (26/6/2024) ribuan buruh dari berbagai industri di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa massal di kawasan Monumen Nasional (Monas). Aksi unjuk rasa ini bertujuan untuk menolak rencana pemerintah dalam bentuk Tapera (Taspen, Askrindo, dan Pegadaian) yang dianggap tak adil dan merugikan para buruh.
Tapera merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk mengintegrasikan tiga badan usaha milik negara yaitu Taspen, Askrindo, dan Pegadaian, menjadi satu badan usaha. Namun, buruh menolak program ini karena dianggap tidak mempertimbangkan kepentingan buruh dan program ini dianggap tidak adil dalam penyebaran manfaat. Dalam aksi unjuk rasa tersebut, para buruh mengibarkan bendera-bendera yang berisi slogan seperti "Tolak Tapera", "Hak Buruh Adil", dan "Keadilan untuk Buruh." Para buruh juga mengadakan demonstrasi dan melakukan gerakan-gerakan yang menuntut keadilan.
Beberapa tokoh penting dari organisasi seperti FKB (Federasi Kebangkitan Buruh) dan KASBI (Kesatuan Aksi Buruh Sederhana Indonesia) turut hadir dan memberikan sambutan pada aksi unjuk rasa tersebut. Selain itu, beberapa organisasi masyarakat sipil juga hadir untuk menunjukkan solidaritas dengan gerakan buruh. Mereka menegaskan bahwa keadilan dan hak-hak buruh adalah hak asasi manusia yang harus dijamin oleh pemerintah. Beberapa buruh juga berbagi cerita tentang kesulitan yang dihadapi selama mereka bekerja menjadi buruh. Para buruh menuturkan bahwa mereka harus bekerja keras namun gajinya tidak seimbang dengan biaya hidup yang kian meningkat. (JAR)
JakNews
Jasmine Al Ramadhani


Komentar
Posting Komentar