Konferensi Pers : Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1445 Hijriah


(Sumber : Sekretariat Kabinet) 

Pada 9 April 2024, umat islam di Indonesia bersiap untuk menjalankan sidang isbat penentuan awal bulan Syawal, yang menandai berakhirnya Ramadan dan dimulainya perayaan Idul Fitri atau yang biasa disebut lebaran.

Sidang Isbat digelar oleh pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) untuk memutuskan tanggal lebaran. Sidang Isbat dipimpin langsung oleh Kementerian Agama Republik Indonesia yaitu Yaqut Cholil Qoumas. Sidang Isbat ini dilaksanakan di kantor Auditorium Kemenag, Jl, M.H Thamrin Jakarta. Sidang Isbat turut dihadiri oleh Ketua komisi VIII DPR RI, Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pejabat Eselon I  dan II Kementerian Agama, Pimpinan Ormas Islam, Para ahli Astronomi dari perguruan tinggi agama islam, Perwakilan dari BMKG, Perwakilan BRIN, Puska ITB, dan lainnya.

Penentuan bulan Qomariah merupakan ranah istihad yang membutuhkan 3 disiplin ilmu sekaligus, yaitu Ilmu Mufalaq (ilmu astronomi), Ilmu Istihad (usul fiqih), dan Ilmu Fiqih. Sidang Isbat ini membutuhkan banyak pihak baik pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan lainnya. Sidang Isbat diawali dengan seminar posisi hilal, yang disampaikan oleh Cecep Nurwindaya M.SI. didalam paparannya, Cecep menyampaikan bahwa posisi hilal sudah memenuhi beberapa kriteria. Kriteria ini mensyaratkan ketinggian hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat. Pada hari ini, data posisi hilal pada ketinggian hilal yang berkisar pada 4 derajat 52,71 menit sampai dengan 7 derajat 37,84 menit, dan sudut elongasi berkisar 8 derajat 23,68 menit sampai dengan 10 derajat 12,94 menit. Data ini merupakan hisab yang dihitung secara matematis astronomis yang sudah diimpun oleh Kemenag melalui tim hisab rukyat kementerian agama beberapa waktu lalu.

Kemenag juga sudah melaksanakan ruyatul hisab dibeberapa titik di Indonesia, Kemenag selalu menggunakan 2 metode penentuan awal bulan Qomariyah, yaitu Hisab yang sifatnya informatif dan Ruyab yang sifatnya konfirmatif. Dari titik yang disebar, sebagian sudah mengkonfirmasi bahwa hilal sudah terlihat. Laporan ruyatul hilal ini kemudian telah dibawa kedalam sidang dan sudah dimusyawarahkan oleh para ahli, ulama, tokoh-tokoh ormas islam, pakar falak dan astronomi, serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

Berdasarkan hisab, hilal diwilayah indonesia yang sudah memasuki mabim dan sudah adanya laporan hilal yang terlihat disepakati bahwa 1 Syawal tahun 1445 Hijriah jatuh pada hari Rabu, 10 April 2024. (JAR)


Teks : Jasmine Al Ramadhani
Konferensi Pers 
Hard News 

Komentar

Postingan Populer