Mengenal Sejarah Masjid Istiqlal : Simbol Kemerdekaan dan Kebanggaan Indonesia

Masjid Istiqlal yang terletak di Jl. Taman Wijaya Kusuma, Ps. Batu, Kecamatan Sawah esar, Kota Jakarta Pusat merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara yang memiliki luas bangunan hingga 24.20 meter persegi dan berdiri diatas tanah seluas 98.247 meter persegi. Pada 1945, Menteri Agama Republik Indonesia pertama, KH. Wahid dan beberapa ulama mengusulkan untuk mendirikan masjid yang mampu menjadi simbol untuk Indonesia.

Sejarah berdirinya Masjid Istiqlal ini atas dasar ide dari Presiden Soekarno pada 1950-an. Pada 1953, sejumlah tokoh islam mengadakan pertemuan bersama 200 tokoh islam pimpinan KH. Taufiqurrohman. Pada pertemuan itu, mereka sepakat untuk membentuk yayasan masid Istiqlal tahun 1954. Masjid Istiqlal ini dibangun untuk memperingati kemerdekaan Indonesia, nama “Istiqlal” merupakan kata dari bahasa Arab yang artinya “Kemerdekaan.”

Pembangunan Masjid Istiqlal dimulai pada 24 Agustus 1961. Presiden Soekarno menugaskan arsitek Indonesia terkemuka, Frederich Silaban, untuk merancang bangunan tersebut. Silaban didukung oleh tim arsitek yang terdiri dari sejumlah ahli dan konsultan dari berbagai negara. Pelaksanaan pembangunan masjid ini tidak berjalan cukup lancar lantaran situasi politik yang kurang kondusif. Dilansir dari website istiqlal.or.id, pada masa itu, berlaku demokrasi parlementer, partai-partai politik saling bertikai untuk memperjuangkan kepentingannya masing-masing. Dan, kondisi ini memuncak pada 1965 saat meletusnya peristiwa G30S/PKI, sehingga pembangunan masjid terhenti. Pada 1966, setahun setelah politik yang tidak kondusif, Menteri Agama KH. Muhammad Dahlan mempelopori kembali pembangunan masjid dengan kepengurusan yang dipegang oleh KH. Idhan Chalis yang bertindak sebagai Koordinator Panitia Nasional Pembangunan Masjid Istiqlal.

Pada 22 Februari 1978, Presiden Soeharto meresmikan Masjid Istiqlal setelah berjalan selama tujuh belas tahun lamanya. Peresmian masjid ini ditandai dengan prasasti yang dipasang di area tangga pintu As-Salam. (JAR)

 

Teks : Jasmine Al Ramadhani 

Soft News 

Kilas Balik Jakarta 

 

Komentar

Postingan Populer